
GMC-Solo Hujan
Gerhana Matahari Cincin yg terjadi pada Senin 26 Januari 2009, di Solo justru hujan turun dan cukuplebat sejak sebelum Ashar. Selepas Ashar sebentar reda, namun saat itu muncul awan gelap layaknya mendung menjelang hujan, kecuali wilayah utara sedikit ada celah cerah. Namun sekitar menjelang puncak GMC dari wilayah Solo, awan mendung gelap menyelimuti semua kawasan. Dan fenomena GMC tahun ini pun gagal kita abadikan.
Padahal saya sudah menyiapkan beberapa alat untuk bisa menyaksikan dan mengabadikan moment langka ini. tetapi meski gagal total, saya berusaha menyenangkan jerih payah anak asuh dengan sekedar mereka berpose seolah ada GMC dan cuaca cerah…
Saat saya melihat di GE, tanpa mengaktifkan layer cuaca, Bumi tampak sangat jelas dan cerah. Namun setelah mengaktifkan layer cuaca, waduuh, ternyata seluruh wilayah Klaten-Solo dan sekitarnya hujan. SMS dari Klaten, di sana hujan sangat deras dan petir menyambar2, lalau listrik PLN padam. Dan memang hari-hari ini, wilayah Klaten-Solo dan sekitarnya akan hujanterus…

Awan menyelimuti Bumi-Jawa Tengah
Semarang – Yogyakarta diselimuti hujan berdasarkan data dari http://www.weatherforecastmap.com/indonesia/.
Bahkan Klaten – Solo dan sekitarnya hujan untuk beberapa hari ini:

Cuaca Klaten beberapa hari ini
Alat – alat untuk observasi GMC yang sudah saya siapkan bersama anak asuh dan rekan2 antara lain:
Pinhole: Kardus lalu dilapisi alumunium foil berlubang, sisi lain dilapisi kertas HVS.
Topeng Matahari: Kertas dilubangi dua diberi klise terbakar.
Teleskop: dipantulkan di kertas HVS
Binokuler: dipantulkan di kertas HVS
Berikut pose mereka, seolah ada GMC betulan…meski di ruangan, tetapi di luar sana memang ada GMC danmenjelang puncak, karena jam menunjukkan 16:35 WIB, tepat 5 menit lagi puncak GMC dari Solo.

Beberapa cara melihat gerhana yg aman
Beberapa cara yang aman adalah:
- Teknik pemantulan, bisa pakai binokuler atau teleskop, dan pinhole box.
- Melihat langsung lewat topeng matahari.
Dan ini simulasi andai cuaca cerah, maka GMC 26 Januari 2009 jam 4 sore lebih 40 menit tadi itu akan tampak layaknya Matahari Sabit di wilayah Solo seperti ini:

Foto GMC 26 Jan 2009 dari Solo (simulasi)
Akhirnya saat maghrib, saya cek statistik di WP, ternyata khusus hari ini ada empat ribu seratus tujuh (4.107) pengunjung di blog saya, padahal beberapa hari sebelumnya berkisar mendatar dengan rerata 393 – 908. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik bagi mereka, bagi bangsa Indonesia, bagi kita semua.

Statistika Pengunjung 26 Januari 2009
Saya mengira, ini terjadi bukan beberapa hari sebelumnya meski tulisan tentang GMC sudah saya tulis jauh hari sebelumnya, karena pagi tadi TV menyiarkan fenomena hari ini. Karena penasaran, dan info TV sangat global, maka data detail akan bisa didapat kalau via internet, dan Blog menjadi sasaran empuk mesin-mesin pencari…
Saya akan menunggu, laporan dan berita dari lokasi lain, semoga di sana-sini ada yang berhasil mengabadikannya. GMC 26 Jan 2009 bila melihat peta, adalah hanya terjadi di wilayah Indonesia, paling hanya sedikit ke wilayah Brunei dan yang berdekatan.
Semoga di Gerhana yang akan datang saya diberi kesempatan Allah SWT untuk bisa menyaksikannya…amien 19x
DIarsipkan di bawah: Fenomena, Sekilas Info | Ditandai: Astronomi, Astronomy, Bulan, Gerhana, GMC, Hujan, Matahari, Pendidikan, Software, Solo





[...] Gerhana Matahari Cincin yg terjadi pada Senin 26 Januari 2009, di Solo justru hujan turun dan cukuplebat sejak sebelum Ashar. Selepas Ashar sebentar reda, namun saat itu muncul awan gelap layaknya mendung menjelang hujan, kecuali wilayah utara sedikit ada celah cerah. Namun sekitar menjelang puncak GMC dari wilayah Solo, awan mendung gelap menyelimuti semua kawasan. Dan fenomena GMC tahun ini pun gagal kita abadikan. Selengkapnya di PakARFisika [...]
Wah… Sayang tadi malah ketiduran, bangun jam 5 sore… jadi ga lihat deh…
Di Simo Boyolali mendung, gelap, apakah gelap gerhana atau gelap cuaca?
Di Bandung tepatnya di darah DAGO juga ga bisa melihat Pak karena mendung…
umm kalau di lampung kelihatan lho, tapi ya itu ganti-gantian ngeliatnya abis, salah satu teleskopnya kagak bisa dipakai
Alhamdulillah pak saya bersama beberapa siswa SD (juga tetangga sekitar) bisa menyaksikan gerhana dari Jepara. Walaupun gak penuh, karena beberapa kali tertutup mendung, bahkan pada puncak gerhana, namun setidaknya saya bisa menjelaskan proses terjadinya gerhana tersebut. Kami menggunakan klise negatif yg sudah terbakar sebagai filter. Tp alhamdulillah juga pada saat puncak kita bisa melihat lewat layar televisi disalah satu tv swasta.
Pak Ar … assalamualaikum …
Laporan di Kendal juga cuacanya tidak mendukung untuk melihat GMC, pada jam2 awal (ba’da dhuhur) kadang ada sinar matahari, tetapi cuman sebentar karena sering berawan tebal dan kadang gerimis. Saking antusias anak saya sangat pingin ngerti fenomena tsb (maklum dia baru 9th dan sangat senang dg Astronomi), maka untuk memupus kekecewaannya, saya buka blog pak Ar ttg GMC dan saya suruh dia baca, dia puas, subhanallah.
Sesama alumni Fisika, melihat ulasan pak Ar semakin jauh ketinggalan ilmu saya …. syukron atas ulasannya.
Wassalamualaikum
sukses slalu buat pak pakar
semakin pakar