Guru adalah Cahaya

Guru is Cahaya

Guru is Cahaya

Itu ungkapan Syekh Dr. Kholil Al Harby dari Universitas Madinah Arab Saudi pada acara Seminar dan Motivasi Guru “Pendidikan Iman Takwa dan Akhlak Mulia” yang diikuti sekitar 1000 (seribu) orang guru dari Bandung dan sekitarnya.  Suatu bangsa dapat diamati ‘kecerahan’ cahayanya dengan melihat kondisi gurunya. Jika bangsa itu, kurang bercahaya, berarti ada masalah di gurunya. Demikian pula sebaliknya.


Beliau tidak tahu dan tidak bermaksud menyindir Indonesia, tapi rasanya bangsa kita yang masih ‘sakit’ ini, mungkin juga disebabkan oleh kondisi gurunya yang lagi ‘redup’ cahayanya.

Di sisi lain, Prof. Dr. Ahmad Tafsir, MA dari UIN SGD Bandung juga menceritakan diskusi di Depdiknas pusat tentang pendidikan Indonesia. Semua menyoroti bahwa pendidikan kita kurang daya saing, dan sebagainya.
Saya ingin beda, saya melihat pendidikan kita telah gagal, karena masih melahirkan para koruptor, orang-orang beringas dan perangai buruk lainnya” …itu kata beliau.

Agar guru betul-betul dapat ‘bercahaya’ dan ‘dapat melahirkan orang-orang baik, tidak ada pilihan, guru harus banyak belajar dari sosok Laskar Pelangi… Ini sih ungkapan Marissa Haque yang juga hadir di acara ini.

•         Guru adalah kunci
•         Untuk kita mencerahkan manusia
•         Mendidiklah tanpa lelah
•         Sampai engkau tlah tiada

•         Guru yang amanah
•         Takkan terikat waktu
•         Lakukan tugasmu yang mulia
•         Warnai bintang di jiwa

•         Mendidiklah dan tetap amanah
•         Walau dunia tak seindah surga
•         Bersyukurlah pada yang Kuasa
•         Cinta kita pada-Nya
•         Selamanya …….

•         Cinta kepada manusia
•         Memberikan senyuman abadi
•         Walau hidup kadang tak adil
•         Tapi cinta lekat di kita

Intinya guru harus amanah sebagaimana bait ini (bisa dinyanyikan dengan lagu Laskar Pelangi)
dari pak S

About these ads

6 Tanggapan

  1. salam aja :)

  2. syukurlah saya calon guru..

    salam kenal..

  3. guru yang paling pokok ialah ibu. sosok ibu bahkan adalah sekolah anak-anaknya. Untuk mempersiapkan generasi mulia maka perlu mempersiapkan seorang ibu terebih dahulu.

  4. Marissa Haque Kunjungi Warga Buyat

    Kapanlagi.com – Marissa Haque pada Jumat sore mengunjungi warga Buyat di Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan, Jakarta.
    “Saya merasa sedih. Ini memang tragedi, pemerintah seharusnya melakukan tindakan pengobatan kepada korban dan pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi di daerah lain,” kata Marissa.

    Ia menambahkan bahwa mereka akan membantu mencari jalan keluar permasalahan tersebut dan akan memberikan bantuan yang nyata.

    Rombongan Mega Centre yang dipimpin oleh Marissa Haque dan Michael Umbas, semula direncanakan datang pukul 13.30 WIB, namun baru datang pukul 15.20 WIB.

    Beberapa anggota Dewan Perwakilan Daerah perempuan antara lain dari Sulawesi Utara, Aceh, Sumatera selatan, Riau, Papua, dan Maluku Utara juga hadir dengan menumpang sebuah bus kecil.

    Menurut Aryanti Baramuli, anggota DPD Sulawesi Utara yang ikut hadir dalam kunjungan tersebut, isu Buyat sudah menjadi agenda dalam diskusi Kaukus Perempuan Politik Indonesia, dengan tujuan agar politisi perempuan menjadi lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat.

    Lima belas warga Buyat datang ke Jakarta untuk meyakinkan pemerintah bahwa Teluk Buyat di Sulawesi Utara memang tercemar oleh sejumlah logam berat, yang menyebabkan warga menderita akibat gejala-gejala seperti keram, sesak napas, panas, dan benjolan di beberapa tempat.

    Sebelas orang di antaranya kini masih dirawat di RS Saint Carolus dan RS Cikini Jakarta. Mereka adalah Jane Rorong (35 ) dan anaknya Ivan (1,8), Surtini Paputungan (32) dan anaknya Aldo (2), Zuhra Lambonaung (36) dan anaknya Dewi Rumambi (1,9), Suntia Modeong dan Sara (1 tahun 2 bulan), Mira Popare (9), dan Utu (28). (*/erl)

    Lihat profil: Marissa Haque
    Diposting oleh: Editor | Sabtu, 07-08-2004 |

    Marissa Haque Kunjungi Warga Buyat Di LBHK
    Kapanlagi.com – Marissa Haque pada Jumat sore (6/8) mengunjungi warga Buyat di Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan, Jakarta. “Saya merasa sedih. Ini memang tragedi, pemerintah seharusnya melakukan tindakan pengobatan kepada korban dan pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi di daerah lain,” kata Marissa.
    Ia menambahkan bahwa mereka akan membantu mencari jalan keluar permasalahan tersebut dan akan memberikan bantuan yang nyata.

    Rombongan Mega Centre yang dipimpin oleh Marissa Haque dan Michael Umbas, semula direncanakan datang pukul 13.30 WIB, namun baru datang pukul 15.20 WIB.

    Beberapa anggota Dewan Perwakilan Daerah perempuan antara lain dari Sulawesi Utara, Aceh, Sumatera selatan, Riau, Papua, dan Maluku Utara juga hadir dengan menumpang sebuah bus kecil.

    Menurut Aryanti Baramuli, anggota DPD Sulawesi Utara yang ikut hadir dalam kunjungan tersebut, isu Buyat sudah menjadi agenda dalam diskusi Kaukus Perempuan Politik Indonesia, dengan tujuan agar politisi perempuan menjadi lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat.

    Lima belas warga Buyat datang ke Jakarta untuk meyakinkan pemerintah bahwa Teluk Buyat di Sulawesi Utara memang tercemar oleh sejumlah logam berat, yang menyebabkan warga menderita akibat gejala-gejala seperti keram, sesak napas, panas, dan benjolan di beberapa tempat.

    Sebelas orang di antaranya kini masih dirawat di RS Saint Carolus dan RS Cikini Jakarta. Mereka adalah Jane Rorong (35 ) dan anaknya Ivan (1,8), Surtini Paputungan (32) dan anaknya Aldo (2), Zuhra Lambonaung (36) dan anaknya Dewi Rumambi (1,9), Suntia Modeong dan Sara (1 tahun 2 bulan), Mira Popare(9), dan Utu (28). (*/dar)

  5. Artis Marissa Haque akhirnya melaporkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Adang Firman dan anak buahnya
    karena pelanggaran disiplin.

    http://www.monitordepok.com/pdf/publik/24075.html

    Marissa, kemarin mengatakan laporan bernomor STPL/65/VIII/2008/Yanduan ini dilayangkan karena kinerja
    kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya mempetieskan laporan pidana atas ijazah palsu Gubernur Banten,
    Atut Chosiyah.
    Pasal yang dijerat pada Kapolda adalah Undang-undang Polri dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun
    2003 pasal tiga huruf b, f, g, pasal empat huruf a,b,d,f,h,j dan pasal enam huruf c,j, n dan p.
    “Saya telah melaporkan penggunaan ijazah palsu oleh Atut, penerbitan ijazah palsu oleh Universitas
    Borobudur dan pelanggaran pidana oleh seorang oknum polisi yang juga lulusan Universitas Borobudur.”
    Namun tiga kasus tersebut tidak ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian sejak dibuatnya laporan Februari 2008

  6. Manusia Sebenarnya Sedang Tidur
    Akhlak, Cerita Bebas, Sosok
    December 4th, 2008

    Dalam sebuah perenungan panjang, tatkala kutatap lalu lalang manusia yang menyemut dalam sebuah perjalanan panjang Bintaro ke Jakarta Pusat, terbayang wajah-wajah banyak manusia melangkah dengan mata terpejam. Ah, mereka sedang tidur!

    Annemarie Schimmel, seorang wanita keras hati namun halus budi yang dititipi Allah kecerdasan diatas rata-rata dengan kemampuan verbal yang sangat lancar, adalah salah seorang role model ku didunia Sufisme/Tasawuf. Dalam salah satu buku tulisannya yang berjudul Jiwaku adalah Wanita, didalam paragraf pembukanya diceritakan sebuah kisah tentang seorang guru India yang sedang berkunjung ke Damaskus, Syria. Buku yang diceritakan tersebut adalah sebuah buku tua terbitan 1872 dengan judul Padmanaba dan Hasan.

    Disana sang guru India tersebut memperkenalkan awal langkah misteri kehidupan spiritual kepada seorang anak laki_laki yang bernama Hasan yang membawanya kesebuah ruang bawah tanah. Ada sebuah keranda yang berdampingan dengan bekas singgasana Raja teronggok, dikelilingi sekumpulan harta benda ratna mutu manikam yang tak ternilai. Pada keranda tersebut terpatri kata-kata “…sebenarnya manusia itu semua sedang tidur, ketika mereka meninggal dunia, pada saat itulah mereka sebenarnya terbangun.” Schimmel kemudian baru menyadari belakangan bahwa ternyata sepenggal kata-kata yang terpatri tersebut adalah hadis Rasulullah Muhammad yang amat disukai dikalangan para Sufi dan penyair dunia Islam.

    Didalam konteks posisiku sebagai anggota DPR terpilih periode 2004-2009 melalui partai Politik PDI Perjuangan, aku merasakan sepotong tulisan yang saya kutip diatas dari buku Annemarie Schimmel, adalah sebuah metafora pula dari penggalan lain langkah kehidupanku dalam kaitan dengan dunia politik. Betapa kehidupan singkat manusia ini hanyalah sepenggal mimpi pendek bunga tidur yang akan menentukan sebuah kehidupan abadi lainnya setelah alam dunia ini. Betapa sesungguhnya mimpi pendek ini sangat silau dengan tipu daya yang menjerumuskan. Alangkah kita nantinya akan menyesali ayunan langkah kehidupan yang telah kita lakukan, saat kita menyadari bahwa dikala mati kelak tidak satupun harta dunia akan terbawa.

    Menjadi seorang anggota DPR, merupakan amanah sekaligus ujian dan jebakan yang nyata, yang akan menguji apakah dipenghujung langkah hidupku kelak aku layak menjadi kekasih Allah dan sahabat Rasulullah. Dimana kebutuhan transendental merupakan intrinsik atau innate property yang membuat setiap manusia itu cinta Illahi—apapun agama yang dipeluknya—dan ingin bersatu dengan Nya dikehidupan abadi kelak. Saat itu adalah saat dimana manusia sudah benar-benar bangun dari tidurnya. Namun sekarang masalahnya. Apakah manusia mengetahui bahwa sebenarnya mereka itu sedang tidur pada saat mereka sedang melakukan aktifitas kesehariannya? Wallahualam bisawab.

    Semoga Allah SWT membimbing pada jalan keselamatan didunia dan di akhirat, dan mengumpulkan kita semua kelak didalam tempat yang sejuk serta penuh dengan cahaya cinta kasih abadi.

    { Sumber Tulisan : http://www.marissahaque.com Jakarta, 12 Juli, 2004 Oleh Marissa Haque Fawzi, Untuk Majalah Noor edisi September 2004 }

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 106 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: